1. Tugas Assassin Itu Bukan “Bunuh Banyak”, Tapi “Bunuh yang Tepat”
Prioritas kamu adalah menghapus damage dealer lawan (Marksman/Mage) atau mengunci hero kunci (support/healer) pada timing yang pas. Kalau kamu sibuk ngejar tank, tempo tim kamu habis.
Target #1: MM atau Mage yang posisinya over-extend.
Target #2: Support pengontrol/healer (Diggie/Angela/Estes) kalau bikin war sulit.
Jangan buang skill: untuk harass doang tanpa tujuan objektif (kill/turtle/tower).
2. Main Assassin Itu Main Tempo: 10 Detik Telat Bisa Keburu Dipush
Assassin kuat ketika kamu konsisten jadi ancaman. Setiap kali kamu hilang dari map, lawan harus ragu maju. Kalau kamu lama-lama farming tanpa rotasi, kamu kehilangan “pressure”.
Setelah clear camp, langsung cek lane mana yang bisa digank.
Kalau tidak ada peluang, ambil objektif: crab, invade kecil, atau pressure tower.
🧭 Early Game: Jalur Farming & Rotasi
Early
3. 60 Detik Pertama: Stabilkan Farming, Jangan Asal War
Early game assassin sering kalah kalau dipaksa war tanpa level/skill kunci. Tujuan awal: dapat level 4 secepat mungkin dan HP tetap aman.
Mulai dari buff yang paling aman (tergantung posisi tim & potensi invade).
Ambil camp berurutan, hindari jalan muter yang buang waktu.
Kalau musuh invade, jangan panik: trade buff/camp lain dan amankan level.
4. Patokan Rotasi: “Gank yang Punya Follow-Up”
Gank bagus itu bukan yang bikin lawan setengah darah, tapi yang menghasilkan kill, spell lawan habis, atau tower damage. Gank lane yang punya CC/lock lebih efektif.
Prioritaskan lane dengan rekan yang bisa nahan target (stun/knock-up/slow berat).
Kalau lane kamu “lembek” (tanpa CC), gank saat lawan sudah maju jauh.
Selalu pikir: setelah gank, dapat apa? (turtle/tower/vision).
5. Cara Gank Rapi: Potong Jalur Kabur, Bukan Datang dari Depan
Assassin sering gagal karena muncul dari arah yang terlihat. Datang dari sisi/semak, posisikan diri di jalur mundur lawan agar mereka panik dan salah langkah.
Masuk lewat semak belakang, paksa lawan jalan ke arah tim kamu.
Jika lawan punya dash, simpan satu skill untuk ngejar atau finish.
Jangan terlalu cepat commit kalau belum yakin.
🐢 Turtle & Objective: Cara Biar Tim Kamu Menang Map
Objective
6. Turtle Itu “Booster” Assassin: Menang Turtle = Menang Tempo
Assassin yang unggul gold/exp dari turtle bisa snowball. Tapi jangan maksa turtle kalau lane tim kalah posisi atau retribution kamu belum siap.
Cek posisi mid & exp: kalau mereka bisa cover, turtle aman.
Bersihkan vision: kontrol semak sekitar turtle dulu.
Jika contest, fokus “zonning” backline musuh atau cari pick dulu.
7. Jangan Hanya Cari Kill: “Kill Harus Jadi Tower atau Turtle”
Setelah dapat kill, langsung ubah jadi objektif. Assassin yang hebat itu mengubah momen kecil jadi keuntungan map.
Kill di gold lane → langsung chip tower atau ambil plating.
Kill di mid → roam ke side atau ambil turtle.
Kill jungler musuh → invade camp + kontrol river.
⚔️ Teamfight: Timing Masuk War yang Benar
War
8. Rumus Aman: Assassin Masuk War Setelah Skill CC Musuh Keluar
Assassin mati cepat kalau masuk pertama. Tunggu musuh buang skill penting (stun/lock/ultimate) ke tank/fighter tim kamu, baru kamu masuk untuk cleanup.
Perhatikan hero lawan: siapa yang punya “instant CC”.
Jangan tunjukin posisi dulu: stay di sisi, tunggu momen.
Masuk → bunuh target → keluar. Jangan lama-lama.
9. Target Priority di War: Jangan Kejar yang Bisa Kabur Cepat
Beberapa hero punya escape/immune. Kalau kamu habiskan semua skill untuk target yang sulit, backline lain bebas damage. Ambil yang paling “rentan” dulu.
Kalau Mage/MM tanpa flicker: itu makanan.
Kalau ada shield/heal support: pick support lebih dulu bisa lebih worth.
Kalau lawan sudah “spellless”, baru all-in.
10. Jangan One-Way Ticket: Selalu Sisakan 1 Skill untuk Kabur
Assassin bukan fighter yang bisa berdiri lama. Kalau skill kabur habis duluan, kamu mudah “di-trade” dan tempo balik ke lawan.
Kombo cepat, jangan berputar-putar di dalam war.
Ambil kill lalu keluar lewat sisi map yang aman.
Kalau gagal kill, abort. Lebih baik reset daripada mati.
🛡️ Build & Emblem: Prinsip Sederhana tapi Ngaruh
Build
11. Build Assassin Itu Situasional: Bukan Hafalan 1 Set
Kalau lawan banyak CC, kamu butuh survivability. Kalau lawan tipis semua, full damage bisa menang cepat. Tujuannya: kamu tetap bisa eksekusi target tanpa langsung tumbang.
Vs burst/CC: pertimbangkan item defensif timing (bukan akhir game doang).
Vs healer: manfaatkan strategi pick cepat dan jangan biarkan fight panjang.
Vs tank tebal: cari backline, jangan fokus tank kecuali terpaksa.
12. Emblem: Ambil yang Mendukung Gaya Hero Kamu
Assassin ada yang modelnya “one shot”, ada juga yang “DPS + reset”. Pilih talent sesuai kebutuhan: burst, sustain, atau snowball.
Kalau hero kamu butuh early kuat: prioritaskan talent yang bantu damage/tempo awal.
Kalau sering duel: pilih yang bantu sustain/regen/stacking.
Jangan lupa: emblem itu “fondasi”, bukan hiasan.
🗺️ Map Awareness: Hal Kecil yang Bikin Auto Menang
Macro
13. Baca Map Setiap 3–5 Detik
Kebiasaan ini bikin kamu tahu kapan bisa invade, kapan harus cover lane, dan kapan harus menghindar. Assassin yang jago itu “nggak ketemu musuh kalau lagi lemah”.
Jika 2–3 hero musuh hilang dari map: jangan over-commit.
Kalau musuh terlihat di lane jauh: itu momen invade atau objective.
Perhatikan cooldown flicker/ultimate lawan dari war sebelumnya.
14. Manfaatkan Semak: Kamu Itu “Ancaman Tak Terlihat”
Semak bukan tempat “nunggu lama”, tapi tempat set posisi untuk keputusan cepat. Muncul 1 detik pada timing tepat jauh lebih berguna daripada nunggu 10 detik tanpa hasil.
Ambil posisi semak dekat jalur rotasi musuh.
Kalau tidak ada target, pindah semak lain (jangan statis).
Pancing musuh pakai pressure: seolah kamu akan masuk.
🏁 Mid-Late Game: Tutup Game Tanpa Lempar
Late
15. Kalau Sudah Unggul: Jangan Cari Highlight, Cari End
Kesalahan paling umum assassin: sudah unggul lalu maksa dive sendirian. Mid-late game, sekali kamu mati, lawan bisa ambil lord/tower dan balik tempo.
Main bareng wave minion: jangan fight tanpa wave.
Ambil pick dulu, baru objektif besar.
Jika lead besar: fokus clear vision dan setup lord.
16. Setup Lord: Assassin Itu “Pengunci Area”
Saat lord, tugas kamu bukan selalu hit lord, tapi menghalangi jungler musuh mendekat atau menculik backliner yang mendekat ke pit.
Posisikan diri di sisi pintu masuk lord pit.
Siapkan burst untuk menghukum jungler/mage yang terlalu dekat.
Kalau tim kamu mulai lord, jangan panik: fokus kontrol area.
✅ Checklist Praktis (Biar Konsisten)
Checklist
17. Checklist JO777 untuk Assassin Setiap Match
Kejar level 4 cepat, jangan buang waktu muter.
Gank hanya kalau ada follow-up atau target over-extend.
Kill harus jadi objektif: tower/turtle/invade.
Masuk war belakangan, tunggu CC lawan keluar.
Sisakan 1 skill untuk keluar.
Jika unggul: main rapi, setup lord, akhiri game.
Kalau kamu konsisten jalankan checklist ini, winrate naik bukan karena “luck”, tapi karena tempo kamu rapi.